Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Februari 2015

Praktek SBK : Tari Tor-Tor

Assalamualaikum Readers...
Nah, waktu saya kelas 8 dulu, saya pernah ngambil nilai praktek SBK, yaitu... menari tari tor-tor.
Saya akan saya menguraikan tarian ini dari sumber-sumber di internet.
Check It out!



 Tari tor - tor adalah salah satu jenis tari yang berasal dari suku batak di Sumatera Utara. Menurut salah satu pakar tari Tor Tor dan juga mantan anggota anjungan Sumatera Utara 1973-2010, tari Tor Tor sudah menjadi budaya Batak sejak abad ke 13. Jika anda mendengar ada sebuah tari yang akan diklaim oleh Malaysia waktu dekat ini, ya tarian tor tor ini.
Tari Tor-tor ditampilkan saat ada ritual panen, kematian, dan penyembuhan. Wujudnya mulai bertransformasi di wilayah perkotaan karena menjadi tontonan, tidak semua yang melihatnya ikut terlibat Melimpahnya kebudayaan Indonesia terlihat dari beragamnya bentuk pertunjukan, tarian, alat musik, dan pakaian. Bukan hal mudah untuk menciptakannya karena harus mencurahkan akal budi dan daya upaya masyarakat suatu wilayah.

"Tor- tor" berasal dari suara entakan kaki penarinya di atas papan rumah adat Batak. Penari bergerak dengan iringan Gondang yang juga berirama mengentak.
Durasi Tari Tor-tor bervariasi, mulai dari tiga hingga sepuluh menit. Di tanah Batak, hal ini tergantung dari permintaan satu rombongan yang mau menyampaikan suatu hal ke rombongan lain. Dimintalah satu buah lagu pada pemusik. Jika maksud sudah tersampaikan, barulah tarian dihentikan. Tarian ini akhirnya bertransformasi di Ibu Kota karena mulai ditampilkan di upacara perkawinan. Jika sudah sampai di upacara ini, bentuknya bukan lagi ritual melainkan hiburan.

Sejarah Tari Tor Tor

Menurut sejarahnya, tor tor sudah ada sejak abad ke 13 di Sumatera Utara. Nenek moyang orang Mandailing diperkirakan berasal dari suku Karen yang tinggal di perbatasan Burma dan Myanmar. Tari tor tor digunakan dalam acara ritual yang berhubungan dengan roh. Di masa lalu, tari ini dilakukan oleh patung-patung batu yang telah dimasuki roh. Roh itu menggerakkan batu seperti menari namun dengan gerakan yang kaku.

Tata Gerak dan alat musik Tari Tor Tor

Tari Tor Tor termasuk sangat sederhana dalam hal gerakan. Para penari tor tor cukup membuat gerakan tangan yangcukup terbatas dengan gerakankaki jinjit-jinjit mengikuti iringan musik yang disebut sebagai magondangi yang terdiri dari alat-alat musik tradisional seperti gondang, suling, terompet batak, dan lain-lain
Jenis tari tor tor

Ada yang dinamakan tor tor Pangurason (tari pembersihan). Tari ini biasanya digelar pada saat pesta besar, sebelum pesta dimulai, tempat dan lokasi pesta dibersihkan dengan jeruk purut agar jauh dari mara bahaya.
Selanjutnya ada tari tor tor Sipitu Cawan (Tari tujuh cawan). Tari ini biasa digelar pada saat pengukuhan seorang raja.
Tari ini juga berasal dari 7 putri kayangan yang mandi di sebuah telaga di puncak gunung pusuk buhit bersamaan dengan datangnya piso sipitu sasarung (Pisau tujuh sarung).
Terakhir, ada tor tor Tunggal Panaluan yang merupakan suatu budaya ritual. Biasanya digelar apabila suatu desa dilanda musibah.
Tunggal panaluan ditarikan oleh para dukun untuk mendapat petunjuk solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Sebab tongkat tunggal panaluan adalah perpaduan kesaktian Debata Natolu yaitu Benua atas, Benua tengah, dan Benua bawah.

 


Ringkasan SBK : Lagu Nusantara, Seni Rupa Terapan Nusantara & Musik Tradisional Nusantara



Lagu Nusantara
·         Lagu nusantara adalah lagu yang terdapat di wilayah Indonesia atau lagu yang tumbuh dan berkembang di wilayah Indonesia.
·         Mengidentifikasi lagu nusantara berarti memberikan cirri-ciri yang bersifat khusus, yaitu dengan melihat perbedaan alat-alat musik yang dipergunakan serta unsur-unsur musiknya antara lagu nusantara yang satu dengan yang lainnya.

JENIS-JENIS LAGU NUSANTARA
1.      Lagu daerah, ciri-cirinya :
-          Syairnya menggunakan bahasa daerah setempat.
-          Melodinya sederhana.
-          Isi lagu mengenai kehidupan masyarakat setempat.
2.      Lagu perjuangan, meliputi lagu wajib dan lagu nasional. Lagu perjuangan diciptakan memiliki tujuan, yaitu:
-          Menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa.
-          Menanamkan sikap patriotik.
-          Menanamkan sifat rela berkorban untuk bangsa dan negara.
3.      Lagu keroncong, ciri-cirinya:
-          Biramanya 4/4.
-          Pada umumnya, syair lagu keroncong terdiri atas 7 kalimat, masing-masing 4 birama sehingga jumblah seluruhnya 28 birama.
-          Lagu keroncong diiringi alat musik ukulele, biola, cello, gitar dan flute.
4.      Lagu seriosa, adalah lagu yang dinyanyikan dengan serius, menggunakan teknik vokal tinggi.
5.      Lagu populer, adalah lagu yang terkenal pada suatu saat tertentu dan mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat. Jenis lagu populer seperti pop, rock, balada, dan dangdut.
6.      Lagu anak-anak, ciri-cirinya:
-          Syair lagunya sederhana dan pendek.
-          Isi syairnya mengenai kehiduan anak-anak, nasihat, kasih sayang, keceriaan dan mengagungkan nama tuhan.
-          Ambitus nada-nadanya pendek atau sempit.
7.      Lagu langgam, ciri-cirinya:
-          Setiap lagu terdiri atas 4 kalimat lagu yang masing-masing memiliki 3 metrum
-          Jumblah dalam satu lagu metrumnya 32 ruas birama.
-          Memiliki metrum 4/4.
-          Memiliki tempo sedang.
8.      Lagu stambul, berasal dari Turki, ciri-cirinya :
-          Berirama 4/4.
-          Terdiri atas 4 kalimat yang masing-masing terdiri atas 4 birama.

APRESIASI TERHADAP LAGU NUSANTARA
Apresiasi lagu nusantara merupakan suatu penilaian, penghayatan, dan sikap menghargai karya lagu nusantara. Untuk mengapresiasikan lagu nusantara diperlukan kemampuan untuk mendengarkan lagu dengan penuh penghayatan agar mengerti dan memahami isi dan makna yang terkandung dalam syair sehingga akan tumbuh sikap menghargai dan menyukainya.

MENGARANSEMEN SECARA SEDERHANA LAGU NUSANTARA DALAM BENTUK ANSAMBEL
·         Aransemen : membuat karya yang dilakukan dengan cara menyusun, mengatur, dan merangkai lagu lama agar lebih baik daripada lagu aslinya.
·         Jenis-jenis aransemen:
1.      Aransemen vokal
2.      Aransemen instrumen
3.      Aransemen campuran
·         Orang yang mengaransemen lagu disebut arranger atau penata musik.
·         Untuk mengaransemen lagu, diperlukan:
1.      Buku paranada
2.      Buku-buku pengetahuan musik
3.      Garputala
4.      Kaset atau DVD yang berisi lagu-lagu yang akan diaransemen
5.      Alat musik
·         Cara umum mengaransemen lagu:
1.      Memilih tema lagu
2.      Menentukan melodi
3.      Menentukan harmoni
4.      Menentukan pola irama
5.      Menentukan melodi selingan
6.      Memilih akor
7.      Menentukan susunan aransemen

MENAMPILKAN HASIL ARANSEMEN LAGU NUSANTARA DALAM BENTUK ANSAMBEL
·         Ansambel : penyajian musik yang dilakukan secara bersama-sama dengan menggunakan alat musik sejenis maupun campuran.
A.    Ansambel musik:
-          Ansambel sejenis: penyajian musik secara bersama-sama dengan menggunakan alat musik sejenis.
-          Ansambel campuran: penyajian musik yang dibawakan secara bersama-sama dengan alat msuik yang beraneka ragam.
B.      Ansembel vokal.



Seni Rupa Terapan Nusantara (II)
JENIS KARYA SENI RUPA TERAPAN TIGA DIMENSI NUSANTARA MASA LAMPAU
1.      Seni Hias
-          Kalamakara, terdiri dari 2 unsur, yaitu:
kala adalah penggambaran kepala singa yang telah distilir secara teliti. Dan makara adalah penggambaran binatang khayalan atau rekaan yang masih banyak penafsiran.
Kalamakara dibuat dengan teknik pahatan.
-          Kaligrafi: motif hias zaman madya . kaligrafi dibuat dengan teknik ukir/ pahat
2.      Seni Patung/ Relief
3.      Seni Bangun, bersifat simbol-simbol untuk kepentingan ritual kepercayaan dan mengandung unsur magis.
Seni bangun memiliki ciri, antara lain:
-          Seni masih awal, mendasar, kasar, dan tidak banyak hiasan.
-          Seni merupakan bagian dari kepercayaan.
-          Perupa belum produktif, statis, dan banyak menggunakan symbol atau lambang.

JENIS KARYA SENI RUPA TERAPAN TIDA DIMENSI NUSANTARA MASA BARU
1.      Seni Kriya, harus memenuhi syarat desain yang indah, dan harus memenuhi segi-segi praktis, yaitu keamanan, kenyamanan dan keluwesan.
2.      Seni Bangun, memiliki keindahan artistik pada bentuk-bentuk tiga dimensi.
3.      Seni Dekorasi, bertujuan untuk melengkapi bangunan dan membuat ruangan rumah atau gedung nyaman ditempati. Seni dekorasi ada 2 yaitu:
-          Dekorasi interior (dalam ruangan).
-          Dekorasi eksterior (luar ruangan). 

·         Langkah apresiasi seni rupa dilakukan dengan pengamatan, penikmatan, penghayatan, dan pemberian nilai/ sikap penghargaan terhadap karya seni.

PAMERAN SENI RUPA
·         Persiapan sebelum melakukan pameran adalah:
-          Klasifikasi karya dan pembuatan label karya.
-          Pemanjangan karya dan penataandi ruang pameran.
-          Penampilan bentuk pameran dan pengaturan bentuk ruangan pameran.
·         Membuat perencanaan pameran:
1.      Menentukan tema pameran.
2.      Rencana kegiatan pameran, yaitu :
-          Materi pameran
-          Tempat pameran
-          Waktu pameran
-          Panitia pameran
-          Anggaran pameran
-          Perlengkapan ruang pameran
a.     Panel/sketsel
b.     Standar display/pushtek
c.     Lighting (tata lampu)
d.     Mebeler
e.     Sound system
f.        Rambu-rambu
g.     Administrasi
-          Publikasi
-          Dokumentasi
-          Tata hias/dekorasi
-          Hiburan penyerta
 



Musik Tradisional Nusantara
JENIS MUSIK TRADISIONAL
A.    Musik Tradisional Aceh, alat musik yang digunakan seperti rebana, canangtring, suling, gambus, gendang, marwas, dan hareubab.
B.      Musik Tradisional Sumatra Utara, jenisnya disebut musik gondang atau musik tataganing.
C.    Musik Tradisional Nias, pada umumnya untuk mengiringi suatu cerita yang mendatangkan roh-roh dari alam gaib.
D.    Musik Tradisional Sumatra Barat, yaitu talempong yang menggunakan alat musik campuran.
E.      Musik Tradisional Riau:
-          Musik gambus
-          Orkes melayu

F.      Musik Tradisional Jakarta (Betawi):
-          Gambang kromong
-          Tanjidor
G.   Musik Tradisional Jawa Barat:
-          Gamelan degung
-          Angklung
-          Calung
H.     Musik Tradisional Jawa, yaitu gamelan.
I.        Musik  Tradisional Kalimantan, di suku Dayak diiringi dengan alat musik kasapi, kledi/keruri/kedire, gong, dan gendang. Di daerah Banjarmasin terdapat orkes karawitan yang diiringi dengan alat musiknya yaitu rebab, gambang, suling, dan gender.
J.      Musik Tradisional Sulawesi Utara.
K.      Musik Tradisional Sulawesi Selatan:
-          Musik daerah Makassar, yaitu genrang bulo.
-          Musik daerah Bugis, yaitu idiokordo.
L.       Musik Tradisional Bali, yaitu musik gamelan.
M.   Musik Tradisional Nusa Tenggara Barat:
-          Musik daerah Bima
-          Musik daerah Sumba
N.    Musik Tradisional Nuaa Tenggara Timur, yang biasanya diiringi dengan sasando.
O.   Musik Tradisional Papua, diiringi dengan alat musik tifa.

·         Nilai-nilai yang terkandung pada musik tradisional, yaitu:
-          Nilai-nilai yang mengungkapkan komunikasi di dalam kehidupan masyarakat, sebagai media religious dan media social.
-          Nilai-nilai budi perkerti luhur.
-          Nilai-nilai estetika (keindahan).

JENIS-JENIS ALAT MUSIK TRADISIONAL
Alat musik pukul: Marwas, Rebana, Gendang jawa/kendang, Gendang Jawa Barat, Jidor, Tifa, Tebung, Garantung, Tanggelong,  Talempong, Gong, Krecek, dll.
Alat musik petik: Sasando, Kecapi, Siter, dll.
Alat musik tiup: Suling, Terompet tradisional, dll.
Alat musik gesek: Rebab, dll.

MENGARANSEMEN LAGU TRADISIONAL
·         Pengetahuan Musik
1.      Tangga nada:
-          Tangga nada pentatonis
-          Tangga nada diatonis
2.      Melodi: urutan nada-nada berdasarkan tinggi rendahnya yang membentuk satu lagu.
3.      Harmoni: keselarasan paduan bunyi.
4.      Irama: ketukan-ketukan secara teratur pada suatu lagu yang dimainkan.
5.      Counterpoint/kontrapung: lagu tambahan yang mengiringi lagu lain/suatu gaya music yang disusun secara bersahut-sahut.
·         Mengaransemen lagu tradisi nusantara
1.      Memilih dan menetapkan lagunya.
2.      Mentranskripsikan lagu tradisi Nusantara dalam notasi.
3.      Menentukan harmoni, melodi, dan iramanya.

MENYAJIKAN MUSIK TRADISIONAL
·         Penyajian music tradisional nusantara dapat dilakukan dalam bentuk permainan instrument, vokal, maupun campuran (instrument dan vokal).
·         Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyanyikan karya music tradisional, yaitu cara memainkan alat music, cara mengolah vokal, penampilan dari para pemain music dan penyanyi, dan aksi panggung dari penampilan perseorangan atau kelompok.
·         Setiap pertunjukan/pementasan memerlukan persiapan-persiapan yang baik agar di saat pertunjukan semua berjalan dengan lancar.